Video Youtube

LIDAH SEMBILAN band Hardcore asal kota Malang ini coba mendobrak scene Hardcore Indonesia lewat lirik lagunya yang kritis

[Illate'09] diambil dari istilah saya terlambat dalam bahasa Inggris,atau kalau orang jawa bilang ilate ono songo.
Sebuah band project dari personil band straight edge lawas di Malang city (Honesty)...dengan menggandeng anak anak muda yg memiliki talenta musik tapi tersingkir karena senioritas.

Awal november 2010,band ini terbentuk dgn formasi Abdul azis (vocal),anhar (drum),kimung (bass)fatkhur(gitar),mencoba memainkan lagu-lagu dari Morning again,Harvest.Back to unity #2 menjadi awal bagi band ini jadi terjun di hingar bingar panggung kota malang.

Seiring waktu berjalan Lidah Sembilan mulai mencoba membuat sebuah single,dan single pertama yg bertajuk searching akhirnya tercipta.Akan tetapi karena personil kebanyakan masih sekolah ada yg SMP dan SMA,akhirnya mereka lebih fokus ke studi karena ujian kelulusan  dan magang study di luar kota malang.

Mei 2018 ,bergabunglah saigon,obit(Lowbirth) di gitar dan bass ,Febby (Brotherhood) pada  drum,dan Kimung diposisi vocal mengisi sebagai  additional player.

July 2018,di mulailah  proses penggarapan album pertama di bantu gitaris Neurosesick (Antox rileks) dan Sam laga (virtuoso) dan lahirlah 6 single antara lain Searching,Ummah,Moslem for life,Why,No Compromise,Kembalinya Islam dan di bungkus dalam satu mini album yg bertitle "Throne Almighty Allah ".Mini album ini secara komposisi dan aransemen dibalut dengan  beat beat hardcore modern ,dan menjadikan illate '09 sebagai satu band hardcore yang berbeda.Dengan lirik dan pergerakan itu menggambarkan kedamaian dan keindahan agama islam.

Ditengah gencarnya promosi dan tour ,Febby (drummer) wisuda sarjana dan pulang kampung,
dan Agung menggantikan mengisi posisinya pada  drum,dalam kurun waktu Agustus samapai September.
Album perdana Lidah Sembilan akhirnya rampung dengan tajuk" My Sin Is Not Your Enemy",di sini lirik musik lebih keras berbicara tentang kondisi umat Islam yg kini di adu domba (Fastabiqul Khoirot),..dan juga berbicara tentang pembodohan politik kepada rakyat ( Retorika Propaganda)dan juga lagu yang bertitle Jihad.

Kritis dan protes tegas ditunjukkan,untuk mendiskripsikan pergerakan misi yang di bawa illate '09.September 2018,rilisan fisik album "My Sin Is Not Your Enemy" sold out 100 copy yang dibuat limited edition dan karena album ini limited edition maka album ini hanya bisa di jumpai dalam bentuk fisik cd mp3 terbatas.

Tour dan promo berjalan ,karena kondisi personil yg masih belum paten 3 kota terlewatkan Madiun,Solo,Salatiga...
Agustus 2019,Febby (drum) kembali ke malang ,personil mengalami perubahan Obitt ke posisi gitars dan Vandy ke posisi bass.

Dan wacana pembuatan album kedua mulai di bicarakan dan mematangkan  Breakdown Hardcore sebagai warna musik yg diusung.
Single N.T.T (negeri tanpa telinga),mulai di perdengarkan dalamsetiap gigs dan event musik dan
permasalahan kembali muncul di personil,Vandy mundur,kemudian masuk Ivan (Last Destination) menggantikn posisi bass.

Dan akhirnya format ideal ketemu,tapi karena pekerjaan sang gitaris jarang hadir ,additional gitar dicari Yasril masuk.
Pembuatan album kedua menjadi molor dari jadwal ,perkiraan November 2019 selesai jadi molor hingga Juni 2020 di bantu Sam laga (Virtuoso) akhirnya kelar juga tajuk "
What I Believe",menjadi title album kedua...dengan berisikan beberapa lagu seperti N.T.T,Rejana Jelata,Kafir,Lawan,Father,Urdu,B.t.Y.G,Gettho,Fasik,True to my life.

What i believe sendiri di ambil dari seringnya band ini bergonta ganti personil dan membuat kami yakin inilah kekurangan yang menjadikan satu kekuatan untuk terus berkarya.
Dan di album kedua ini illate'09 mencoba merubah pengucapan menjadi Lidah Sembilan Hc,hal ini disebabkan melihat kesulitan pengucapan mc pada waktu gigs atau event pada saat illate '09 akan tampil.

Mulai album kedua ini font kami menggunakan Lidah Sembilan Hc,logo tetap illate'09.
Lirik dan tema islam selalu menjadi pro kontra dan ini pula yg sering kami alami.Dianggap sebagai band sok suci,padahal kami tidak berdakwah dan kami bukan band Taqwacore personil kami pun juga ada yg non moslem.

Kami hanya ingin menunjukkan tentang keindahan dan kedamaian ajaran agama islam,dimana sejak adanya teroris,agama islam terlihat kejam dan menakutkan.
Lidah Sembilan hc pun memang lebih suka dikritik daripada di puji,karena kritik akan lebih membangun bertahannya band ini.Selamat menikmati album kedua kami terima kasih atas support dan respectnya.

Post a Comment

0 Comments